Jumat, 30 Maret 2012

Bingkisan Untuk Aisyah

Pada sore yang cerah di sebuah rumah kardus berukuran 4 x 4 m, di antara kumpulan rumah kumuh, "ibu,,,Aisyah ingiiiinnn sekali lebaran kali ini punya baju baru,,," Aisyah menyahut sambil membersihkan lantai yang tadinya kotor dengan sampah-sampah hasil memulung. Ibu duduk menyandarkan punggungnya di dinding rumah yang hampir roboh itu, sambil tersenyum "insyaAllah Aisyah, doakan ibu dapet rezeki lebih banyak lagi biar bisa belikan kau dan abangmu baju baru di hari lebaran nanti". Mata bening Aisyah berbinar, dengan semangatnya dia mendekati ibunya "Aisyah pijitin ya Bu,,,biar Ibu nggak pegal-pegal lagi", Ibu hanya tersenyum. Tak lama, Fatih pun datang membawa tiga bungkus nasi "untuk berbuka bu..." sahut Fatih, "Abang...insyaAllah kita akan dibelikan baju baru oleh ibu, kita nggak akan pakai baju lama lagi nanti. Aufa, tetangga kita udah punya lho bang,," sela anak gadis berumur tujuh tahun itu dengan semangatnya. Fatih hanya tersenyum, "amiin de".

********

Tiga hari sudah ibu jatuh sakit, batuk yang sedari dulu dialaminya kini semakin membuat ibu kesulitan beraktifitas, dengan sedih Aisyah menemani sang ibu yang terkulai lemah di tempat tidurnya. "Maafkan ibu Aisyah, sudah merepotkanmu, daann....." kata ibu terpotong, Aisyah mendehem "Ibu, tak apa...jangan terlalu dipikirkan, baju Aisyah masih bagus kok, masih layak pakai, yang terpenting sekarang adalah ibu sembuh" air mata tak terasa menetes di pipi Aisyah. Tak lama, Aisyah memandang abangnya, yang mungkin kalau sekolah sudah kelas dua smp. "Abang...besok Aisyah ingin pergi memulung,," Fatih yang sedari tadi duduk di dekat pintu memandang adiknya "Aisyah di sini saja, temani ibu, Abang bisa kok nyari sendiri, insyaAllah akan tetap ada baju baru buatmu Aisyah". Aisyah hanya terdiam "Aisyah tak berharap lebih, kesembuhan ibu lebih penting" ujarnya.

********

Siang hari di rumah kumuh, Fatih menghitung penghasilan yang didapatkannya hari ini, "lumayan juga, kalau ditambah dengan hasil tabunganku pasti sudah mencukupi untuk baju baru dan obat ibu" ucapnya dalam hati. Sebuah celengan dari bambu yang dibuatnya dulu, dibelah, koin-koin dan beberapa uang kertas tersimpan di dalamnya. Dipandanginya Aisyah dan ibunya yang sedang tertidur pulas, lalu Fatih tersenyum. Tak lama, fatih pun pergi.

********

Fatih mengitari pasar sore, pandangannya tak lepas dari pakaian anak gadis yang seumuran adiknya Aisyah, mencoba mencocokkan harga dengan uang yang ada di kantongnya "baju sekarang sudah pada mahal-mahal" gerutunya, terbayang wajah Aisyah yang tersenyum bahagia mendapatkan baju baru dari Fatih. Hari sudah sore, dengan tergesa-gesa Fatih meninggalkan sebuah toko buku "Al-Fikri" menuju apotik membeli obat untuk ibunya, kemudian singgah sebentar di warung lesehan membeli makanan untuk berbuka nanti. "kali ini, nggak apa-apa deh makan enak" ucapnya dalam hati. Fatih pun berlalu dengan senyum, terbayang wajah Aisyah yang pasti bahagia dengan bingkisan darinya, terbayang wajah ibunya yang sering sakit-sakitan. Dalam perjalanan pulang, Fatih selalu berucap dalam hati "untukmu ibu, semoga kau sehat, untukmu Aisyah, semoga Mushaf baru ini membuatmu jadi anak yang sholehah, maaf tak membelikanmu baju baru, Mushaf lebih penting untukmu adikku".

********

Aisyah setia menanti di dekat pintu, dia bahagia sekali sore ini karena abangnya akan kembali dengan sebuah baju baru, tersenyum membayangkan tubuhnya yang akan terbalut busana muslim pemberian kakaknya. Waktu terus berlalu, "Ibuuuu...sudah mau Maghrib, abang belum pulang juga" nampak wajah cemas Aisyah, wajah yang tadinya ceria menunggu kedatangan abangnya pulang kini berubah menjadi cemas. "banyak yang harus dicari abang, Aisyah, jadi bersabarlah" Ibu menenangkan Aisyah, menyembunyikan kecemasan yang juga mulai bergelayut di hatinya. "tak biasanya Fatih begini, ya Allah lindungi putraku" doa ibu.

--------------

Suasana masih subuh, namun penjaja koran sudah siap dengan aksinya di jalanan yang sudah mulai ramai, "koran..koran..banyak berita menarik, ayo-ayo dibeli...". Di koran itu, di salah satu beritanya tertulis Seorang Remaja tewas tertabrak mobil. Dalam gambarnya, di sekitar remaja tewas, obat-obatan, makanan dan sebuah mushaf berserakan di jalan raya...

####

Suwawa, 04092010

Irosa

Selasa, 13 Maret 2012

Gadis Feminim Itu....

Lagi-lagi aku jumpai gadis itu, dan masih tetap dengan busananya yang menurutku sangat minim, kaos ketat tangan panjang, dan celana jeans yang ketat juga, rambut dibiarkan terurai, dengan gincu yang menurutku sudah sangat menor. "hei kau, kenapa menatapku seperti itu!!!" gadis itu memelototiku, ups rupanya aku terlalu lama memandangnya, aku beristighfar dan segera berlalu. "hei kau, sialannnn!!!".

"Namanya Annisa, adik tingkat kita, denger-denger dia itu punya genk cewe di kampus ini dan yang parahnya lagi, dia ketua genk tersebut" jelas Andi. Aku manggut-manggut, "kasian ya gadis seperti itu" ujarku lirih, "kenapa seh kau sibukkan dirimu hanya untuk mengurus gadis itu, daripada ngurusin dia, yuuk kita ke mushola, dah mau Dzuhur". Aku dan Andi pun meninggalkan perpustakaan. Dalam perjalanan ke Mushola, gadis itu terlihat lagi, kali ini bersama gadis-gadis lainnya, tertawa cekikikan dan astaga...apa yang dipegangnya itu, sebungkus rokok. "Naudzubillah" gumamku. "Heiii...Ustad..ustad" suara gadis itu terdengar sedikit merdu, aku dan Andi mempercepat langkahku, berusaha untuk menghiraukan panggilannya yang terkesan menggoda itu. "Mau rokok tidak ? hahahaha" ujarnya sambil tertawa disambut tawa teman-temannya yang lain, kami tetap berlalu secepatnya menuju mushola, Azan Dzuhur sudah berkumandang.

*******

Alhamdulillah, baru aja selesai sholat Lail, kuraih mushaf dan kulanjutkan dengan mengaji, sebelumnya kulirik jam sudah menunjukkan pukul 03.30 malam. Suaraku memecah kesunyian malam itu, "Tolooong..toloooong !!!!!! buka pintunya !!!!" aku terkejut, seseorang menggedor-gedor pintu kamar kosku, suara seorang gadis, "tolooong...buka pintunya, saya mau diperkosa, toloooong!!!!!", aku panik, apa yang harus aku lakukan, gadis itu terus menerus menggedor pintu, kedengarannya dia sangat ketakutan sekali. "toloooonggg..." suara itu mulai lirih kudengar, aku beranikan membuka pintuku, gadis itu langsung melaju masuk ke dalam kamarku. "Astaghfirullah!!!" seruku, gadis itu, pakaiannya sudah tak utuh lagi, penampilannya sangat feminim, roknya pun sangat pendek, "ya Allah.." aku kebingungan, "tolong aku, sembunyikan aku di sini, dia...dia mengejarku!" pinta gadis itu, bau alkohol tercium dari mulutnya, dia nampak sangat ketakutan. "Baiklah..baiklah" aku mencoba menenangkannya, sesaat kami saling bertatapan..gadis itu..gadis itu sepertinya kukenal...dia pun mengerutkan dahinya, ada mimik keterkejutan saat melihatku, pertanda dia pun mengenalku. "aku telpon mbak Nadia dulu di kostan cewe, kau tunggu di sini saja" ucapku sambil mengambil handphone dan berlalu keluar dari kamar.

*******

Tujuh tahun kemudian...

Rasanya belum lama ku tertidur, harus bangun lagi, semalaman aku bekerja menyelesaikan tulisanku, sepertinya secangkir kopi akan menyegarkanku, aku hendak keluar tapi seorang wanita mencegatku di pintu kamar, wanita berambut panjang dengan daster panjang menutupi tubuhnya, aku sempat terkesima dan lagi-lagi "heiii, kenapa menatapku seperti itu, sudah waktunya mengantar Faqih ke sekolah, ingat sudah janji mengantarnya kali ini" serunya. Oh aku lupa, segera ku berlalu ke kamar mandi, "minum kopinya dulu" wanita itu tersenyum, dan Faqih sudah menantiku sejak tadi. Kuraih kunci motor jaket, sebelum pergi masih kupandangi wanita di teras rumahku, kali ini dia mengenakan jilbabnya, kubalas lambaian tangannya, Annisa, istriku.

----------

Suwawa, 29082010

Irosa

Sabtu, 10 Maret 2012

Karena Istri Butuh Suami

Hari ini suamiku merayakan hari kelahirannya, tak perlu kado yang berwujud yang diberikan padanya dan memang suamiku tak pernah meminta apa-apa di hari ulang tahunnya. Yang penting bisa berkumpul bersama di saat ada hari istimewa, itu sudah melebihi cukup baginya.

Keberadaan seorang suami dalam kehidupan kita, memang tak bisa dipungkiri. Seperti saya, yang seorang Guru, tinggal di perumahan sekolah, dan parahnya lagi perumahan sekolah ada di atas gunung dan bodohnya saya sampai sekarang belum tau menggunakan kendaraan roda dua. Sehingganya, apapun yang saya lakukan harus dengan bantuan suami. Oleh karenanya, jangan heran jika yang setiap harinya ke pasar belanja kebutuhan sehari-hari adalah suami -karena kebetulan kantornya ada di bawah-, yang mengantar saya kesana kemari juga suami, yang bantu-bantu saya kerja di pagi hari, ngantarin Chacha ke TK, dan menjemput Chacha dari sekolah adalah suami juga. Sebagian pekerjaan saya sebagai istri di rumah, kadang digantikannya, dan saya tak bisa menggantikan keberadaannya untuk melakukan pekerjaan suami :D.

Begitu banyak peran suami yang harus terlaksana dengan keberadaannya di samping, saya sering kelabakan kalau dia tidak berada di tempat dan saya harus melakukan sesuatu di luar rumah. Dan saya yakin, semua istri pun sangat merasakan berartinya keberadaan suami di sampingnya, tentunya semua punya kepentingan masing-masing.

Hari ini, saya terkejut mendapat kabar dari seorang sahabat, bahwa ada salah satu sahabat kami, teman kuliahku telah kehilangan suaminya akibat kecelakaan. Wallahu A'lam, entah apa penyebabnya. Yang jelas, saya merasakan betapa terpukul hatinya, sedih, dan entah apalagi. Kebersamaan mereka sejak kuliah, sampai menikah dan punya anak tentu akan jadi kenangan tersendiri di hatinya. Bagaimana dia menjalani hari-hari setelahnya, membesarkan anak-anak mereka, mungkin sekarang terasa berat, tetapi saya berdoa semoga dia berhasil melewatinya.

Ada banyak cerita istri begitu membutuhkan suami, membutuhkan keberadaannya secara fisik di sampingnya, ada banyak cerita istri ditinggalkan suami menghadap sang Khalik, dan ada banyak cerita dimana istri bisa bangkit dari keterpurukannya.

Semoga kita para istri bisa siap menghadapi segala kemungkinan terburuk yang ada, semoga rumah tangga tetap utuh sampai maut memisahkan, yuuk disayang-sayang suami kita, jangan pernah kasih wajah cemberut, kasih senyum setiap saat, dan jagalah cintanya kepada kita, karena waktu akan menjadi sangat berharga bagi kita ketika mereka pergi.

Luv u Papa, Lelaki Tanpa Syarat.



Banggai, 10032012

Irma Octarina Sabubu

Jumat, 09 Maret 2012

Perjalanan ke Bali Gratis Dari Oriflame

Kali ini mau cerita sedikit tentang Have Fun nya bergabung bersama ORIFLAME.

Awal mula join Oriflame Februari tahun lalu, gak pernah terbesit sedikitpun untuk bisa menikmati bonus berjuta-juta, apalagi sampai bisa jalan-jalan ke kota besar pake uang dari Oriflame. Niat awalnya join hanya sekedar untuk cari tambahan uang dikit-dikit, eeeh ternyata sekarang malah bisa ke Bali ikut Seminar Director tahun 2012.

Lho kok bisa ????

Iyalah bisa, karena dalam periode kualifikasinya tahun 2011 kemaren, saya berhasil mencapai level Senior Manager di Katalog 12. Wow nggak nyangka, tapi itulah jalan Allah, diberikan pada hambaNYA yang tidak berhenti berusaha.

Alhamdulillah lagi, saya juga berhasil mengajak satu downline saya untuk ikut ke Bali juga, asyiiiiiik punya teman selama perjalanan dari Luwuk ke Bali nanti. Namanya Lusiana Rompas, ibu yang kerjanya buat kue buat dijual di pasar, pedagang kecil-kecilan dan kini berbonus jutaan juga dari bisnis ini.


Seminar Director 2012 sendiri akan dilaksanakan tanggal 16 - 19 Maret 2012, semua peserta akan disebar di 4 hotel ternama di Nusa Dua Bali, yakni Ayodya, Melia, Courtyard dan Grand Mirage. Wow, excited sekali secara akan menikmati suasana Bali dari hotel berbintang, lumayanlah untuk kita yang dari kampung ini. hehehehe ngakuuuu.

Dan inilah Room List saya, bersama Lusiana Rompas, kami akan nginap di Hotel Melia ^_^


So buat downline-downlineku dimana saja berada, jangan pernah menyerah, tetap berpikir positif, jangan cepat mengeluh, kalian adalah orang-orang hebat yang punya peluang yang sama untuk bisa meraih segala impian.

Buat yang belum join, sini atuh saya bantuin, kerjaannya simple kok.

Nantikan update perjalananku di Bali yang akan kutulis di blog ini yak, salam jempol telunjuk

Berminat Join Oriflame ????

Irma Octarina Sabubu
http://www.simplebiznet.com/?id=irosa
twitter :  @irmasabubu
YM : irosa82@yahoo.com
HP : 085240202362
BB : 276068f7

Kamis, 08 Maret 2012

Siapa Yang Kau Sebut Cinta

Ngubek-ngubek blog lamaku, akhirnya nemu cerita sangat pendek ini ^_^
 
---------------------
 
Tet..tet..tet...Handphone Nabil berdering, pertanda ada sms yang masuk. Zulfa yang sedang dalam kamar, meraih hp itu, berniat akan menyerahkannya pada Nabil suaminya. Langkahnya terhenti sejenak, tertulis di layar Hp --sms dari Adinda--. "Siapa ya?" tanyanya dalam hati. Nabil segera menerima Hp itu setelah Zulfa memberitahukan ada sms yang masuk. Nabil segera menelepon, "Aku lagi siap-siap neh, kau tunggu saja di tempat biasa oke", Nabil menutup pembicaraannya dengan senyuman, pergi meninggalkan Zulfa yang menyimpan tanya dalam hati.

-------------------------

Tet..tet..tet...Handphone itu berbunyi lagi, lagi-lagi sms dari Adinda, "siapa seh?"pikirannya berkecamuk. Dan lagi-lagi, Nabil begitu girang saat membaca sms itu, bersegera berpakaian rapi dan meninggalkan Zulfa satu kecupan di kening dengan senyum tersungging "Abi pergi dulu ya Mi, ada urusan penting, mungkin agak lama pulangnya" Zulfa membalas senyum itu walaupun dengan terpaksa karena masih tetap menyimpan tanya dalam hati "oh ya...kalau sampai jam dua sore Abi tak pulang, pergi ke pasarnya sama adikmu aja ya, Abi sudah hubungi dia tadi"..."lama dong pulangnya Bi, tapi masih berbuka di sini kan?" tanya Zulfa, Nabil tersenyum, kali ini terlihat begitu tulus "pasti dong Mi" dan Nabil pun berlalu dari hadapannya.

------------------------

Telepon berdering lagi, kali ini telepon dari Adinda, Nabil yang langsung mengangkatnya, terlihat serius pembicaraannya, "Pasti dong, semua demi cinta" tutup Nabil mengakhiri pembicaraan di telepon. "Apa? apa aku tak salah dengar dengan apa yang mas Nabil katakan terakhir, rasanya begitu jelas, nggak mungkin salah dengar" Zulfa mulai merasa tidak nyaman dengan sms dan telepon dari wanita misterius bernama Adinda itu. Malam ini, dia berniat menanyakannya pada mas Nabil, tapi ternyata suaminya mempercepat tidurnya.

-----------------------

"Pagi ini, pasti si Adinda sms atau telepon lagi" pikir Zulfa, diliriknya Nabil yang sedang menyantap sahur dengan lahap, melempar senyuman kala mereka bertemu pandang. Dan ternyata betul dugaan Zulfa, Handphone Nabil berdering lagi, kali ini Zulfa yang mengangkatnya "Assalamu'alaikum, ini siapa ya dan ada perlu apa?? tukas Zulfa, "emm..saya bisa bicara dengan mas Nabil?"jawab suara yang di seberang, Zulfa menyerahkan handphone pada Nabil yang sudah menunggu dengan senyum di sampingnya.

----------------------

-Jadi gimana mas Nabil, suka nggak yang kemaren itu?- Zulfa bergetar membaca sms itu, dia memberanikan diri membaca sms yang ada di handphone mas Nabil,  -kayaknya aku sudah merasa cocok, nanti kita tuntaskan besok- sms mas Nabil pada wanita itu, -nggak nyesel neh???- percakapan di sms itu diakhiri mas Nabil -Kalau Cinta, nggak mungkin nyesel dong :)-, Zulfa tak mampu menahan badannya lagi, dia terduduk di samping tempat tidur, Nabil nampak pulas dalam tidurnya.

---------------------

Zulfa masih terpaku di depan pesawat telepon rumahnya, hatinya campur aduk, Nabil sudah pergi pagi-pagi sekali, lagi-lagi dengan senyum yang paling manis sedunia, meninggalkannya dengan kecupan di kening yang dirasanya hambar. "aku harus kuat" katanya menenangkan diri, dalam genggamannya sudah ada kertas bertuliskan nomor Adinda itu. Air mata menetes di pipinya, tak mampu menahan sedih, mantap menekan angka di pesawat teleponnya. "Halo, selamat pagi, Perumahan Bukit Zaitun Permai, ada yang bisa kami bantu?" Zulfa terdiam, tak mampu berkata-kata lagi.

---------------------

Di tempat lain, Nabil dan Adinda sedang berada di depan sebuah bangunan mewah yang terlihat minimalis, "tepat sekali pilihanmu Dinda, aku yakin istriku pasti akan menyukai rumah pilihanmu ini" sahut Nabil puas, "yah, walaupun mahal dan hampir menguras isi tabungan anda pak Nabil" sambung Adinda, "Tak masalah, demi Cinta, karena aku sangat mencintai Zulfa istriku" senyum Nabil, "besok Abi kan beri kejutan di Milad pernikahan kita Ummi, Abi ingin kembali melihat senyummu"

**************

Gorontalo, 26082010

Irosa

Rabu, 07 Maret 2012

Penantian Di Ujung Asa

"Hadi, kau dipanggil sama pak Danu...Ada yang penting katanya!" Seru Baim teman sekamar Hadi dalam kapal tempat mereka bekerja..

Hadi pun pergi, pikirannya tak lagi konsen pada pekerjaannya, "besok, tiba di darat, aku akan menelepon Aida, aku akan pulang memenuhi janjiku untuk berlebaran bersama" senyum tersungging di bibirnya, akhirnya...Setelah dua kali lebaran tak bersama istri dan anak, kali ini, niatannya terkabul. Terbayang sudah lesung pipit Aida dengan senyum manisnya, Azzam yang lagi lucu-lucunya.

"Aida tunggu teleponnya ya mas, hari jumat depan" suara Aida di ujung telepon, dan hari ini kamis, besok jumat turun di darat.

Lamunan Hadi buyar, tak terasa dia sudah ada di depan pintu kamar pak Danu...

Langkah Hadi gontai, setelah keluar dari kamar pak Danu, wajahnya tak lagi cerah seperti sebelum masuk kamar bos bagian mesinnya itu. "Kau tau kan Hadi, Akri sekarang sedang sakit keras, jadi dia tidak bisa menggantikan shiftmu bertugas di kapal, karena hanya kalian berdua yang ahli di bagian itu, mohon pengertiannya ya"

Di sudut kamar berukuran 3 x 3 m itu, Hadi duduk, terpekur, tak menyangka seperti ini akhirnya. "Maafkan aku Aida, maafkan Abi ya Azzam, kali ini tak dapat memenuhi janji lagi"

* * *

Di sebuah rumah mungil, tampak seorang wanita muda duduk memangku seorang bayi laki-laki, sesekali memandang handphone di atas meja, berharap pagi ini mendapat kabar dari kekasih hatinya..

"Tahun ini kita akan berlebaran bersama Abi, Azzam" bisiknya pada bayi tampan itu....

¤ ¤ ¤ ¤

Mendono, 07082010

Ramadhan menjelang, selamat menunaikan ibadah shaum ramadhan..

Mohon maaf lahir batin...

Irosa

Senin, 05 Maret 2012

Giordani Gold Collection Promo Oriflame Periode 27 Februari - 31 Maret 2012

Salam jempol telunjuk, salam Simplebiznet.

Oriflame kini punya promo baru lagi lho, ada promo buat yang baru memutuskan untuk join Oriflame, dan ada juga promo buat yang sudah betah berlama-lama dengan bisnis ini yakni promo sponsor.

Keren kan Oriflame, kita sudah disediakan fasilitas sebaik mungkin untuk merekrut orang bergabung di bisnis ini, Oriflame memberikan penghargaan buat kita para member-membernya.

Mau tau Promonya ???? saya jelasin atu-atu yaaaaa

Promo Join Oriflame.

Langkah 1

Join Oriflame 39.900, order pertama 200rb harga konsultan maka akan mendapatkan cashback Rp. 20.000,- + Scarf Gratis ini senilai Rp. 99.000,- lho.

 Langkah 2.

Lakukan order dalam 1 bulan periode Maret ini, sebanyak 100bp (kurleb 530rb harga konsultan). Dan dapatkan Bronzing Pearls seperti di gambar ini, gratis di bulan depan ^_^.

Ini yang namanya Welcome Program 1


Langkah 3.

Bulan selanjutnya order 100bp lagi dan dapatkan welcome program dua dari Oriflame, yakni dompet Giordani Gold

 Langkah ke 4

Order lagi 100bp di bulan berikutnya dan dapatkan bonus welcome program ketiga, yani sebuah tas design mewah dari Giordani Gold Collection.

Seperti ini wujudnya, taraaaaaaa



Naaaah, ini promo joinnya yaaaaa, total yang didapatkan dengan join di bulan ini yakni 1.127.000 lho, makanya buruan bergabung.

Sekarang yang Promo Sponsor yak ^_^

Promo sponsor ini buat kita-kita yang sudah join Oriflame sebelumnya, ngga ngiler apa sama hadiah welcome program buat yang join, ngga mungkin join lagi kan kitanya, tenaaaaaang, Oriflame punya satu paket buat kita juga para senior hehehe.

Eittttttssssss, ini promonya bukan hanya untuk para pemain lama yak, tapi yang baru join juga bisa juga dapat hadiah ini lho. Dapatnya jadi dobel-dobel dong, alhamdulillah bisa dijual lagi jadi uang kan, atau dikasi ke ibunda, saudara cewe, atau sahabat kita tercinta. Hadiah ini bisa jadi 'sesuatu' kan.

Hadiah Sponsor terbagi menjadi dua

Buat yang mensponsori 2 orang dan tupo wp1, hadiahnya dompet + tas

Buat yang mensponsori 3 orang dan tupo wp1, hadiahnya adalah dompet + tas + jam tangan


Demikian temans info terbaru dariku yaaaaaaa

Berminat bergabung menjadi downline sayah? bisa bangeeeet

Irma Octarina Sabubu
Qualifier Director C4 di Simplebiznet
Follow me on Twitter @irmasabubu
HP 085240202362
Pin BB 276068f7
Email me irosa82@yahoo.com