Rabu, 07 Maret 2012

Penantian Di Ujung Asa

"Hadi, kau dipanggil sama pak Danu...Ada yang penting katanya!" Seru Baim teman sekamar Hadi dalam kapal tempat mereka bekerja..

Hadi pun pergi, pikirannya tak lagi konsen pada pekerjaannya, "besok, tiba di darat, aku akan menelepon Aida, aku akan pulang memenuhi janjiku untuk berlebaran bersama" senyum tersungging di bibirnya, akhirnya...Setelah dua kali lebaran tak bersama istri dan anak, kali ini, niatannya terkabul. Terbayang sudah lesung pipit Aida dengan senyum manisnya, Azzam yang lagi lucu-lucunya.

"Aida tunggu teleponnya ya mas, hari jumat depan" suara Aida di ujung telepon, dan hari ini kamis, besok jumat turun di darat.

Lamunan Hadi buyar, tak terasa dia sudah ada di depan pintu kamar pak Danu...

Langkah Hadi gontai, setelah keluar dari kamar pak Danu, wajahnya tak lagi cerah seperti sebelum masuk kamar bos bagian mesinnya itu. "Kau tau kan Hadi, Akri sekarang sedang sakit keras, jadi dia tidak bisa menggantikan shiftmu bertugas di kapal, karena hanya kalian berdua yang ahli di bagian itu, mohon pengertiannya ya"

Di sudut kamar berukuran 3 x 3 m itu, Hadi duduk, terpekur, tak menyangka seperti ini akhirnya. "Maafkan aku Aida, maafkan Abi ya Azzam, kali ini tak dapat memenuhi janji lagi"

* * *

Di sebuah rumah mungil, tampak seorang wanita muda duduk memangku seorang bayi laki-laki, sesekali memandang handphone di atas meja, berharap pagi ini mendapat kabar dari kekasih hatinya..

"Tahun ini kita akan berlebaran bersama Abi, Azzam" bisiknya pada bayi tampan itu....

¤ ¤ ¤ ¤

Mendono, 07082010

Ramadhan menjelang, selamat menunaikan ibadah shaum ramadhan..

Mohon maaf lahir batin...

Irosa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar