Pada
sore yang cerah di sebuah rumah kardus berukuran 4 x 4 m, di antara
kumpulan rumah kumuh, "ibu,,,Aisyah ingiiiinnn sekali lebaran kali ini
punya baju baru,,," Aisyah menyahut sambil membersihkan lantai yang
tadinya kotor dengan sampah-sampah hasil memulung. Ibu duduk
menyandarkan punggungnya di dinding rumah yang hampir roboh itu, sambil
tersenyum "insyaAllah Aisyah, doakan ibu dapet rezeki lebih banyak lagi
biar bisa belikan kau dan abangmu baju baru di hari lebaran nanti".
Mata bening Aisyah berbinar, dengan semangatnya dia mendekati ibunya
"Aisyah pijitin ya Bu,,,biar Ibu nggak pegal-pegal lagi", Ibu hanya
tersenyum. Tak lama, Fatih pun datang membawa tiga bungkus nasi "untuk
berbuka bu..." sahut Fatih, "Abang...insyaAllah kita akan dibelikan
baju baru oleh ibu, kita nggak akan pakai baju lama lagi nanti. Aufa,
tetangga kita udah punya lho bang,," sela anak gadis berumur tujuh
tahun itu dengan semangatnya. Fatih hanya tersenyum, "amiin de".
********
Tiga
hari sudah ibu jatuh sakit, batuk yang sedari dulu dialaminya kini
semakin membuat ibu kesulitan beraktifitas, dengan sedih Aisyah menemani
sang ibu yang terkulai lemah di tempat tidurnya. "Maafkan ibu Aisyah,
sudah merepotkanmu, daann....." kata ibu terpotong, Aisyah mendehem
"Ibu, tak apa...jangan terlalu dipikirkan, baju Aisyah masih bagus kok,
masih layak pakai, yang terpenting sekarang adalah ibu sembuh" air mata
tak terasa menetes di pipi Aisyah. Tak lama, Aisyah memandang
abangnya, yang mungkin kalau sekolah sudah kelas dua smp.
"Abang...besok Aisyah ingin pergi memulung,," Fatih yang sedari tadi
duduk di dekat pintu memandang adiknya "Aisyah di sini saja, temani
ibu, Abang bisa kok nyari sendiri, insyaAllah akan tetap ada baju baru
buatmu Aisyah". Aisyah hanya terdiam "Aisyah tak berharap lebih,
kesembuhan ibu lebih penting" ujarnya.
********
Siang
hari di rumah kumuh, Fatih menghitung penghasilan yang didapatkannya
hari ini, "lumayan juga, kalau ditambah dengan hasil tabunganku pasti
sudah mencukupi untuk baju baru dan obat ibu" ucapnya dalam hati.
Sebuah celengan dari bambu yang dibuatnya dulu, dibelah, koin-koin dan
beberapa uang kertas tersimpan di dalamnya. Dipandanginya Aisyah dan
ibunya yang sedang tertidur pulas, lalu Fatih tersenyum. Tak lama,
fatih pun pergi.
********
Fatih
mengitari pasar sore, pandangannya tak lepas dari pakaian anak gadis
yang seumuran adiknya Aisyah, mencoba mencocokkan harga dengan uang yang
ada di kantongnya "baju sekarang sudah pada mahal-mahal" gerutunya,
terbayang wajah Aisyah yang tersenyum bahagia mendapatkan baju baru dari
Fatih. Hari sudah sore, dengan tergesa-gesa Fatih meninggalkan sebuah
toko buku "Al-Fikri" menuju apotik membeli obat untuk ibunya, kemudian
singgah sebentar di warung lesehan membeli makanan untuk berbuka nanti.
"kali ini, nggak apa-apa deh makan enak" ucapnya dalam hati. Fatih pun
berlalu dengan senyum, terbayang wajah Aisyah yang pasti bahagia
dengan bingkisan darinya, terbayang wajah ibunya yang sering
sakit-sakitan. Dalam perjalanan pulang, Fatih selalu berucap dalam hati
"untukmu ibu, semoga kau sehat, untukmu Aisyah, semoga Mushaf baru ini
membuatmu jadi anak yang sholehah, maaf tak membelikanmu baju baru,
Mushaf lebih penting untukmu adikku".
********
Aisyah
setia menanti di dekat pintu, dia bahagia sekali sore ini karena
abangnya akan kembali dengan sebuah baju baru, tersenyum membayangkan
tubuhnya yang akan terbalut busana muslim pemberian kakaknya. Waktu
terus berlalu, "Ibuuuu...sudah mau Maghrib, abang belum pulang juga"
nampak wajah cemas Aisyah, wajah yang tadinya ceria menunggu kedatangan
abangnya pulang kini berubah menjadi cemas. "banyak yang harus dicari
abang, Aisyah, jadi bersabarlah" Ibu menenangkan Aisyah, menyembunyikan
kecemasan yang juga mulai bergelayut di hatinya. "tak biasanya Fatih
begini, ya Allah lindungi putraku" doa ibu.
--------------
Suasana
masih subuh, namun penjaja koran sudah siap dengan aksinya di jalanan
yang sudah mulai ramai, "koran..koran..banyak berita menarik, ayo-ayo
dibeli...". Di koran itu, di salah satu beritanya tertulis Seorang Remaja tewas tertabrak mobil. Dalam gambarnya, di sekitar remaja tewas, obat-obatan, makanan dan sebuah mushaf berserakan di jalan raya...
####
Suwawa, 04092010
Irosa




